Langsung ke konten utama

Postingan

Kau dan Cuaca

Kau seumpama cuaca yang sulit ditebak. Kadang-kadang panas membakar, lalu tiba-tiba saja hujan.  Sebentar-sebentar mendung sebelum kembali cerah tanpa sempat basah. Dan diantara ketidakmampuanku memahami cuaca, aku slalu butuh terik untuk menghangatkanku, pun kubutuh hujan untuk mendinginkanku. Sebab kutahu, langkahku tak pernah mudah. Menujumu yang penuh liku.  Hujan baru saja reda - membuat cuaca malam ini betul-betul dingin. Tapi cukup cuacanya saja yang dingin - kamu jangan!  (kutipan ttg dirimu)

4 Mitos Cinta yang Membuai

Oleh  Arie Saptaji , Yogyakarta  Tuhan menyediakan orang-orang yang berpotensi untuk menjadi pasangan yang tepat, dan kamu sendirilah yang bertanggung jawab untuk memilih atau menemukannya. Pemilihan ini semestinya dilakukan secara cerdas dan bijaksana, dengan pertimbangan akal sehat dan obyektivitas yang jernih. Untuk itu, kita akan memerlukan pertolongan Tuhan. Seperti dinasihatkan Yakobus, kita perlu meminta hikmat kepada-Nya. Kita dapat menemukan petunjuk dan hikmat Tuhan tersebut di dalam firman-Nya. Alkitab memang tidak memberikan tuntunan yang jelas dan detail tentang berpacaran. Bisa dimaklumi, karena pacaran memang tidak dikenal dalam budaya dan zaman ketika Alkitab ditulis. Meskipun demikian, firman Tuhan mengandung prinsip-prinsip membangun hubungan yang tetap relevan untuk diterapkan dalam menjalani masa berpacaran. Masalahnya, alih-alih belajar menemukan dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, tidak sedikit orang yang malah terhanyut oleh berbagai mitos c...

Ketika Duniamu Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Ketika duniamu sedang tidak baik-baik saja, maka lakukanlah sesuatu yang mampu membuatmu terlihat baik-baik saja. —  Sebab kebahagiaan adalah tanggungjawab masing-masing.  Takdir boleh jadi tak sejalan ekspektasi,  tapi jangan biarkan ia menutup tiap celah untuk bahagia yang lain. Singkatnya; segenting apa pun keadaan,  kita tetap harus belajar untuk menerima; rela dengan utuh.  Bahwa apa yang terjadi maka itulah yang terbaik versi-Nya. Maka: Ikuti skenario-Nya,  penuhi hari dengan syukur dan jadikan sabar sebagai penolong.  Kurasa itu adalah salah satu cara memainkan sandiwara  terlihat baik-baik saja-ketika hati dan pikiran sedang kisruh disesaki banyak keresahan.

Berakhir?

Aku masih meraba kata, berusaha mencari makna di tiap percakapan yang pernah hadir sebagai definisni bahagia paling sederhanaku. Dulu sekali. Di detik-detik berdebu yang kini hanya milik masa lalu. kala keterasingan belum menarikku dalam jeda panjang bernama jarak,  kau adalah labirin, tempatku tersesat dengan segala kerumitanmu yang amat sukar kubahasakan. Aku mencoba memahami, me-reka maksud di sela katamu-hingga akhirnya kenyataan menyodorkan sepiring luka yang manis. Aku disesaki pilu sedang logikaku bersorak bahagia sebab perasaan menang sebagai pelajaran paling bijak. Perihal tiap kenang yang berhasil menemui kerelaan. Katanya:  Ia tak lagi sudi dijadikan alasan perih yang menginfeksi dada. Ia lebih memilih sebagai jawaban semesta juga pengantar senyum-meski harus melakoni sandiwara; pura-pura. Demikianlah, aku mempelajarimu sebagai waktu yang rampung di tubuh kesepian dan pikiran paling berantakan milikku.

God Has A Purpose for Your Pain

Ketika satu musibah menjadikan diri lebih dekat dengan Tuhan, sejatinya itu adalah suatu anugerah, hanya saja berbalut dengan luka. Ketika masalah membuat kita lebih mampu bersabar dan berserah diri kepada pencipta, sejatinya itu juga suatu anugerah yang datangnya setelah kedukaan. Di dunia ini, tidak selamanya perih akan bersemayam di hati. Segala penderitaan tidak akan bertahan sampai mati. Semua akan berganti dari pahit menjadi manis. Begitulah seterusnya, sampai pada satu ending kisah. Maka, untuk menghadapi ujian hidup, tak perlulah terlalu mengkhawatirkan sesuatu. Semakin kamu khawatir, semakin terlihat kecil pula Tuhan di hatimu. Barangkali akan lebih baik jika kamu berdo'a dengan meminta Allah untuk menyelesaikan. Sebab Dia-lah sang pemilik segala urusan. Untuk itu, saudara/i-ku; Jangan sampai masalah membuatmu lemah. Jangan sampai masalah membuatmu terus-terusan berkeluh kesah. Karena manusia di sekitarmu tidak butuh itu. Datangi...

Rahasia Sukses Masuk PTN Favorit

    (By : Kak Primanta Holand Peranginangin Bangun ) (Tulisan ini dituliskan hanya semata-mata untuk memotivasi anak-anak yang ingin masuk Jurusan Favorit di Perguruan Tinggi Negeri Favorit. Tidak dituliskan untuk menyinggung pihak manapun) Lebih dari setahun sejak perjuangan saya untuk masuk ITB dimulai, saya mengamati banyak sekali siswa yang pada awalnya kalau ditanya mau 'masuk Universitas mana nanti setelah tamat SMA?' hampir semua menjawab.. "Oh saya mau masuk PTN X' . Tentunya saya senang mendengar perkataan tersebut, karena Perguruan Tinggi tersebut merupakan salah satu PTN Terfavorit di Indonesia, dan saya juga akan bangga apabila mereka berhasil meraihnya. Namun setelah berjalannya waktu ketika saya tanyakan lagi, mereka mengganti pilihan rencana perguruan tinggi tersebut. Ketika saya tanya alasannya, sebagian besar dari mereka menjawab "Karena gua tau kemampuan gua semana, gua ga akan bisa masuk Perguruan Tinggi tersebut, sebaiknya gua memilih Pe...

Silakan marah. Kamu manusia. Aku pun juga.

Silakan marah. Kamu manusia. Aku pun juga. Kamu punya perasaan.  Aku pun juga.  Kamu bisa sedih.  Sama. Hidup tidak semudah kalimat-kalimat bijak. Tapi kalimat-kalimat bijak bisa dijadikan penguat jalan hidup. Hidup tidak semudah omongan orang lain. Tapi omongan orang lain bisa dijadikan pelecut diri. Hari-hari akan terus berjalan. Tidak ada jaminan semua akan manis saja. Kehidupan nyata tak seperti gambaran pasangan mana pun di media sosial. Perjalanan dan orang-orang tahu, kita tidak membagi semuanya kepada mereka. Ambil yang baik, abaikan yang buruk. Tidak semua harus diterima, meski boleh didengar semuanya. Semua hal akan berubah nantinya.  Aku akan tua dan malas menulis hal yang cinta-cintaan lagi.  Mungkin akan berguru hal lain.  Entah. Di perjalanan yang masih jauh ini, atau mungkin sudah dekat: aku ingin kau dan aku saling menerima kita yang lemah, bukan kita yang indah saja.  Kita yang kurang, bukan kita yang menang saja.  Kita ma...