
Ketika satu musibah menjadikan diri lebih dekat dengan Tuhan, sejatinya itu adalah suatu anugerah, hanya saja berbalut dengan luka.
Ketika masalah membuat kita lebih mampu bersabar dan berserah diri kepada pencipta, sejatinya itu juga suatu anugerah yang datangnya setelah kedukaan.
Di dunia ini, tidak selamanya perih akan bersemayam di hati.
Segala penderitaan tidak akan bertahan sampai mati.
Semua akan berganti dari pahit menjadi manis.
Begitulah seterusnya, sampai pada satu ending kisah.
Maka, untuk menghadapi ujian hidup, tak perlulah terlalu mengkhawatirkan sesuatu. Semakin kamu khawatir, semakin terlihat kecil pula Tuhan di hatimu.
Barangkali akan lebih baik jika kamu berdo'a dengan meminta Allah untuk menyelesaikan.
Sebab Dia-lah sang pemilik segala urusan.
Untuk itu, saudara/i-ku;
Jangan sampai masalah membuatmu lemah.
Jangan sampai masalah membuatmu terus-terusan berkeluh kesah.
Karena manusia di sekitarmu tidak butuh itu.
Datangi Allah saja.
Lalu berceritalah sebebas-bebasnya.
Dan menangis lah sepuas-puasnya.
Ingat, Tuhan mungkin sudah menaruh beberapa hal di dalam hati kita, tapi waktunya mungkin belum tepat.
Mungkin ada beberapa pekerjaan yang perlu Dia lakukan dalam hidup kita, atau mungkin ada beberapa faktor lain yang sedang Allah kerjakan. (:
Mungkin ada beberapa pekerjaan yang perlu Dia lakukan dalam hidup kita, atau mungkin ada beberapa faktor lain yang sedang Allah kerjakan. (:
Sampai semuanya siap, Allah tidak akan mendorong Anda ke dalam posisi itu. Dan ingat, seorang kristen menyelesaikan segala konflik batin dalam hatinya itu dengan berdoa dan berserah kepada Tuhan.
1 Petrus 5:6-7 “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Komentar
Posting Komentar