
Kau seumpama cuaca yang sulit ditebak.
Kadang-kadang panas membakar, lalu tiba-tiba saja hujan.
Sebentar-sebentar mendung sebelum kembali cerah tanpa sempat basah.

Dan diantara ketidakmampuanku memahami cuaca, aku slalu butuh terik untuk menghangatkanku, pun kubutuh hujan untuk mendinginkanku. Sebab kutahu, langkahku tak pernah mudah. Menujumu yang penuh liku.
Hujan baru saja reda - membuat cuaca malam ini betul-betul dingin.
Tapi cukup cuacanya saja yang dingin - kamu jangan!
(kutipan ttg dirimu) ![]() |

Komentar
Posting Komentar