Langsung ke konten utama

All About Us

Hari ini, kuceritakan sedikit padamu, aku baru saja selesai bergelut dengan tugas dan  kuis
 untuk sementara. Setelah sebelumnya tugas datang silih berganti tiap harinya. Materi kuliah dengan beratus-ratus slide juga begitu. Dan jadwal rapat organisasi yang juga tak mau kalah minim.

Agendaku cukup padat, sepertiga bahkan setengah waktuku diisi oleh agenda-agenda itu. Waktu untuk memikirkanmu tentu menjadi lebih sedikit. Tak apa, ini kulakukan juga untuk mempersiapkan pertemuan kita suatu hari nanti.
Hari ini, tengah kuupayakan untuk menuntaskan diriku sendiri. Karena katanya untuk dapat menuntaskan diri dengan orang lain maka perlu tuntas dahulu dengan perkara diri sendiri.
Tak hanya tuntas, tapi juga pantas. Proses pemantasan diri terus kulakukan. Karena mesti aku barangkali belum tahu kau siapa, tapi kupahami, kau berhak untuk menemukan aku yang baik. Kuyakin kau juga sedang melewati proses ini.
Hari ini, barangkali aku belum bisa membayangkan akan menjadi seperti apa kita nanti. Karena tentang kita memang butuh aku dan kau yang menyusunnya menjadi paripurna. Seperti berjalan, langkah kita mesti seirama.
Hari ini, tak apa kita berjuang lebih keras. Nanti kita berjuang dengan saling sokong dan dukung. Kalau kau merasa lelah, tuliskan saja sepucuk surat untukku. Aku pun begitu, kutulis ini untukmu, seseorang yang entah kita sudah pernah bertemu atau belum. Agar dapat terus memahami, apa yang diperjuangkan hari ini adalah tentang investasi kita untuk masa depan.
Tetap semangat kamu, hari ini dan esok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ITB dan Sebagian Diri yang Terakui (Repost)

Ini tulisan kak  Nur Novilina , hehehe :v izin repost ya kak di blog aku :v Aku kalo lagi gk semangat baca tulisan ini, sangat memotivasi loh.. Ayo dibaca juga ya readers sampai habis.  Ingat! sampai habis Beberapa hari yang lalu temen baik gue, sahabat gue, si Dinul nge-chat gue “Eh boy gue kangen deh sama tulisan-tulisan cangak lu, jadi kemarin gue baca-baca lagi, parah kocak banget. Nulis lagi dong lu buruan”  That’s words really heal me from every stress that I got in my life . Sekalipun kadang gue merasa dengan banyaknya permintaan menulis hal konyol gue punya side job jadi sulap badut.  Sebenernya gue udah lama pengen nulis hal-hal konyol lagi tapi gue takut ga puas sama hasilnya jadi ketunda mulu sampai kemarin gue baca kata-kata bagus banget dari redaktur eksekutif majalah Tempo, “Tulisan yang sempurna adalah tulisan yang tidak pernah dituliskan”  so, let try to show your imperfection ! Tulisan kali ini gue mau cerita tentang kehidupan baru ...

Kali Ini

Kali ini aku akan bercerita, mengenai seseorang yang memperjuangkanmu dalam diam. Dia menerbitkan cahaya rindu setiap pagi, untuk memastikan tak ada sisi yang termakan oleh gelapnya sepi. Dan senyummu, adalah penggerak romansa hatinya, tanpa perlu tambahan kafein untuk meningkatkan detak pada tiap detiknya.  Apakah kau menyadari? Aku yakin tidak. Kali ini aku juga akan bercerita, mengenai seseorang yang merawat rasa untukmu sendirian. Dia merangkai simfoni rindu setiap siang, untuk mengalahkan nada sumbang hampanya hari. Dan tawamu, adalah nyanyian terindah yang pernah didengarnya, tak bisa ia hentikan karena terus terngiang pada relungnya.  Apakah kau mengetahui? Sepertinya tidak. Kali ini pun aku akan bercerita, mengenai seseorang yang memelihara asa padamu dalam kelam. Dia menyatukan kepingan angan setiap malam, untuk menerangi tiap sudut kisah yang olehmu tak pernah terfikirkan. Dan tatapmu, adalah refleksi terbaik dari sebuah harapan, tak pernah ia lupa akan rasa dari ...

See You When I See You

Sedikit ku ingat wajahmu yang semakin hari semakin menghilang. Rekaman suaramu pun seperti hanya tinggal kenangan.  Meski begitu, namamu selalu mengganggu pikiranku di saat malam. Kadang hati ini memaksaku melihat sosial mediamu.  Entahlah, aku bingung bagaimana caranya mengobati rasa rindu. Rasa rindu yang sebenarnya tak memiliki tempat untuk bersandar. Jujur, aku sangat merindukanmu. Kerinduan ini bahkan telah memaksaku untuk mencari tahu tentangmu.  Dan selalu saja bayangmu menghantuiku, memori yang terekam dalam otakku, memberikan tanda bahwa kamu memiliki ruang yang sangat spesial di hatiku.  Meski batinku menolak. Tapi bayangmu selalu saja seperti mengiyakan kerinduanku yang teramat dalam kepadamu. Aku tidak memiliki keberanian untuk sekedar menyapamu dari kejauhan.  Namun aku tahu diri, tentang dimana posisiku saat ini. Mungkin, memang tak ada lagi namaku dalam hatimu.  Aku juga sangat menyadari, kita bukanlah kita yang dulu. Masa itu sudah terle...