Hari ini, kuceritakan sedikit padamu, aku baru saja selesai bergelut dengan tugas dan kuis
untuk sementara. Setelah sebelumnya tugas datang silih berganti tiap harinya. Materi kuliah dengan beratus-ratus slide juga begitu. Dan jadwal rapat organisasi yang juga tak mau kalah minim.
Agendaku cukup padat, sepertiga bahkan setengah waktuku diisi oleh agenda-agenda itu. Waktu untuk memikirkanmu tentu menjadi lebih sedikit. Tak apa, ini kulakukan juga untuk mempersiapkan pertemuan kita suatu hari nanti.
Hari ini, tengah kuupayakan untuk menuntaskan diriku sendiri. Karena katanya untuk dapat menuntaskan diri dengan orang lain maka perlu tuntas dahulu dengan perkara diri sendiri.
Tak hanya tuntas, tapi juga pantas. Proses pemantasan diri terus kulakukan. Karena mesti aku barangkali belum tahu kau siapa, tapi kupahami, kau berhak untuk menemukan aku yang baik. Kuyakin kau juga sedang melewati proses ini.
Hari ini, barangkali aku belum bisa membayangkan akan menjadi seperti apa kita nanti. Karena tentang kita memang butuh aku dan kau yang menyusunnya menjadi paripurna. Seperti berjalan, langkah kita mesti seirama.
Hari ini, tak apa kita berjuang lebih keras. Nanti kita berjuang dengan saling sokong dan dukung. Kalau kau merasa lelah, tuliskan saja sepucuk surat untukku. Aku pun begitu, kutulis ini untukmu, seseorang yang entah kita sudah pernah bertemu atau belum. Agar dapat terus memahami, apa yang diperjuangkan hari ini adalah tentang investasi kita untuk masa depan.
Tetap semangat kamu, hari ini dan esok.
untuk sementara. Setelah sebelumnya tugas datang silih berganti tiap harinya. Materi kuliah dengan beratus-ratus slide juga begitu. Dan jadwal rapat organisasi yang juga tak mau kalah minim.
Agendaku cukup padat, sepertiga bahkan setengah waktuku diisi oleh agenda-agenda itu. Waktu untuk memikirkanmu tentu menjadi lebih sedikit. Tak apa, ini kulakukan juga untuk mempersiapkan pertemuan kita suatu hari nanti.
Hari ini, tengah kuupayakan untuk menuntaskan diriku sendiri. Karena katanya untuk dapat menuntaskan diri dengan orang lain maka perlu tuntas dahulu dengan perkara diri sendiri.
Tak hanya tuntas, tapi juga pantas. Proses pemantasan diri terus kulakukan. Karena mesti aku barangkali belum tahu kau siapa, tapi kupahami, kau berhak untuk menemukan aku yang baik. Kuyakin kau juga sedang melewati proses ini.
Hari ini, barangkali aku belum bisa membayangkan akan menjadi seperti apa kita nanti. Karena tentang kita memang butuh aku dan kau yang menyusunnya menjadi paripurna. Seperti berjalan, langkah kita mesti seirama.
Hari ini, tak apa kita berjuang lebih keras. Nanti kita berjuang dengan saling sokong dan dukung. Kalau kau merasa lelah, tuliskan saja sepucuk surat untukku. Aku pun begitu, kutulis ini untukmu, seseorang yang entah kita sudah pernah bertemu atau belum. Agar dapat terus memahami, apa yang diperjuangkan hari ini adalah tentang investasi kita untuk masa depan.
Tetap semangat kamu, hari ini dan esok.
Komentar
Posting Komentar