
Sedikit ku ingat wajahmu yang semakin hari semakin menghilang. Rekaman suaramu pun seperti hanya tinggal kenangan. Meski begitu, namamu selalu mengganggu pikiranku di saat malam. Kadang hati ini memaksaku melihat sosial mediamu. Entahlah, aku bingung bagaimana caranya mengobati rasa rindu. Rasa rindu yang sebenarnya tak memiliki tempat untuk bersandar. Jujur, aku sangat merindukanmu. Kerinduan ini bahkan telah memaksaku untuk mencari tahu tentangmu. Dan selalu saja bayangmu menghantuiku, memori yang terekam dalam otakku, memberikan tanda bahwa kamu memiliki ruang yang sangat spesial di hatiku. Meski batinku menolak. Tapi bayangmu selalu saja seperti mengiyakan kerinduanku yang teramat dalam kepadamu. Aku tidak memiliki keberanian untuk sekedar menyapamu dari kejauhan. Namun aku tahu diri, tentang dimana posisiku saat ini. Mungkin, memang tak ada lagi namaku dalam hatimu.
Aku juga sangat menyadari, kita bukanlah kita yang dulu. Masa itu sudah terlewat dan takkan pernah kembali. Aku hanya ingin kamu tahu, ketidakhadiranku dalam hidupmu. Bukan karena aku tidak mencintaimu. Tetapi karena takdir tidak pernah memihak kisahku bersamamu.
Pada akhirnya, kuhanya meminta, izinkanlah rasa ini kusimpan baik dalam hatiku. Meski sebenarnya aku juga yakin, kamu akan selalu menyadari itu. Tak ku sangka, dulu kita begitu dekat, kini terasa space diantara kita:( sebenarnya bukan masalah jarak, tapi... entahlah aku juga bingung bagaimana harus mengatakannya. Memang kini kita berjauhan dan tak saling memperhatikan. Namun, dari lubuk hatiku yang paling dalam. Aku selalu berdoa dan berharap yang terbaik untuk kehidupan dan kebahagianmu.
Aku ikhlas merelakanmu, jika memang bukan aku kebahagiaanmu. Tapi kamu harus tahu, merelakanmu bahagia bersama orang lain -jika ini memang alasannya- adalah cara terakhirku mencintaimu. Karena aku yakin, dia yang kamu cinta pasti bisa untuk membahagiakanmu. God bless you everywhere and whenever you are. I love you deep in the corner of my heart.😅😊😄🤗x
Komentar
Posting Komentar