Kemarin aku sengaja menghilang. Siapa tahu kau mencari. Ternyata kita malah bertemu. Namun bersapa saja tidak. Ah, apa ada yang lebih miris?
Lebih Nikmat Mana? Rindu atau Luka?
Rindu dan Luka
Dua hal yang sama-sama kunikmati kehadirannya.
Rindu sudah menjadi aktivitas paling membahagiakan setelah saat ini aku tidak lagi sedekat nadi dengannya.
Sementara luka, menjadi buah dari rindu itu sendiri.
Ketika senyumnya tak mampu lagi menjadi obat dari segala pilu.
Ketika tangannya tak mampu lagi menyeka airmataku yang terjatuh.
Dan ketika aku mulai menjalani hari-hari seorang diri tanpa mampu menyapa meski rindu telah menggerogoti tubuhku.
Keduanya sama-sama nikmat.
Jangan menyuruh aku memilih diantara salah satunya. Sebab rindu dan Luka memiliki arti yang berbeda tapi mempunyai kenikmatan yang sama.
Hihi

Komentar
Posting Komentar