Langsung ke konten utama

Repost : Ini Keluhan Perempuan Dungu, Jangan Kau Baca Nanti Kau Akan Sendu

Debo aprender a quererme y no a querer …
Aku pernah menuliskan mimpi-mimpi masa depan dalam berlembar-lembar kertas, dan sekarang entah dengan istilah merangkak, terseok,aku sedang berjuang. Katamu aku manusia paling tabah, saat semua meninggalkanku, aku diam. Kau tahu aku bukan manusia tabah, aku sama sepertimu, sendiri kaku dalam drama yang kuperankan, sudah kubilang aku bukan manusia paling tabah, aku hanya menjalankan peranku,a ku tak memiliki pilihan, aku lelah mengeluhkan yang telah hilang, bukankah yang kulakukan sama seperti kalian.
Katamu aku wanita yang tegar, saat kehilangan menyapa, aku pun diam, aku bukan manusia tegar, aku hanya mencoba tegar, karena berteriak marah pun aku akan tetap kehilangan. Bukankah itu takdirku? Lantas aku bisa apa selain diam sembari menguntai doa ke Sang Maha Punya.
Aku pernah hilang arah, sebelum akhirnya kutemui jalan yang benar, aku pernah berantakan sebelum akhirnya kucoba belajar merapikan hidupku, akupun pernah liar sebelum akhirnya bisa kukendalikan diriku, aku juga pernah rumit seperti benang kusut hingga akhirnya kutemui kesederhanaan, karena bukankah Tuhan meminta kita untuk sederhana, berdoa dan berusaha atas takdirnya?
Kau ingin tahu bagaimana rasanya jadi aku? Temuilah aku kapanpun kau mau, dan rasakan getar-getar itu, gempa bumi yang tiada taranya, dan kau akan rasakan bagaimana aku menahan semua beban yang ada pada hidupku, lagi-lagi kau akan tahu bahwa aku bukan manusia tabah, ataupun tegar, aku sama sepertimu menyembunyikan sebaik mungkin kesakitan yang kualami.
Tak semua kepahitan dan kesedihan masa lalu harus dilupakan, karena sesekali penting juga menoleh ke belakang. Bukankah dari sana kita belajar memaafkan? Bukankah dari sana kita belajar tabah? Bukankah dari sana kita belajar tegar? Hingga akhirnya kita benar-benar mahir, dan kita benar-benar tabah dan tegar menjalani hidup.
alone
Luka lama di masa lalu kini sedang kusulam,karena nanti saat aku memakainya bahkan aku akan terlupa bagaimana pernah mati-matian memaafkannya. Kini aku sedang merapikan hatiku untuk kubawa seserpih demi seserpih meskipun tak akan utuh seperti semula, meski ia pernah hancur dan lebur tapi sedang coba kurekat dengan memberinya keikhlasan terhadap takdir-Nya.
Kuakui jalan menujuNya begitu terjal, jauh berliku dan dipenuhi aral, mungkin aku akan beberapa kali berhenti karena tertusuk duri, mungkin lelah untuk menyeka darah dan melepas lelah, dan aku sudah terlalu payah,hingga perjuanganku menujuMu mungkin akan kalah sebelum sampai. Tapi Tuhan, aku masih berjuang sampai saat ini, aku masih akan tetap memperbaiki semua, bukan,bukan karena aku memperbaiki diri untuk seseorang yang ku inginkan atau aku ingin balas dendam kepada seseorang dan menunjukan bahwa aku bisa lebih baik,buka Tuhan, karena hatiku sudah lelah kecewa dengan manusia, kini aku sadar sebaik-baik pengharapan hanyalah kepada-MU.(hipwee)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ITB dan Sebagian Diri yang Terakui (Repost)

Ini tulisan kak  Nur Novilina , hehehe :v izin repost ya kak di blog aku :v Aku kalo lagi gk semangat baca tulisan ini, sangat memotivasi loh.. Ayo dibaca juga ya readers sampai habis.  Ingat! sampai habis Beberapa hari yang lalu temen baik gue, sahabat gue, si Dinul nge-chat gue “Eh boy gue kangen deh sama tulisan-tulisan cangak lu, jadi kemarin gue baca-baca lagi, parah kocak banget. Nulis lagi dong lu buruan”  That’s words really heal me from every stress that I got in my life . Sekalipun kadang gue merasa dengan banyaknya permintaan menulis hal konyol gue punya side job jadi sulap badut.  Sebenernya gue udah lama pengen nulis hal-hal konyol lagi tapi gue takut ga puas sama hasilnya jadi ketunda mulu sampai kemarin gue baca kata-kata bagus banget dari redaktur eksekutif majalah Tempo, “Tulisan yang sempurna adalah tulisan yang tidak pernah dituliskan”  so, let try to show your imperfection ! Tulisan kali ini gue mau cerita tentang kehidupan baru ...

Kali Ini

Kali ini aku akan bercerita, mengenai seseorang yang memperjuangkanmu dalam diam. Dia menerbitkan cahaya rindu setiap pagi, untuk memastikan tak ada sisi yang termakan oleh gelapnya sepi. Dan senyummu, adalah penggerak romansa hatinya, tanpa perlu tambahan kafein untuk meningkatkan detak pada tiap detiknya.  Apakah kau menyadari? Aku yakin tidak. Kali ini aku juga akan bercerita, mengenai seseorang yang merawat rasa untukmu sendirian. Dia merangkai simfoni rindu setiap siang, untuk mengalahkan nada sumbang hampanya hari. Dan tawamu, adalah nyanyian terindah yang pernah didengarnya, tak bisa ia hentikan karena terus terngiang pada relungnya.  Apakah kau mengetahui? Sepertinya tidak. Kali ini pun aku akan bercerita, mengenai seseorang yang memelihara asa padamu dalam kelam. Dia menyatukan kepingan angan setiap malam, untuk menerangi tiap sudut kisah yang olehmu tak pernah terfikirkan. Dan tatapmu, adalah refleksi terbaik dari sebuah harapan, tak pernah ia lupa akan rasa dari ...

See You When I See You

Sedikit ku ingat wajahmu yang semakin hari semakin menghilang. Rekaman suaramu pun seperti hanya tinggal kenangan.  Meski begitu, namamu selalu mengganggu pikiranku di saat malam. Kadang hati ini memaksaku melihat sosial mediamu.  Entahlah, aku bingung bagaimana caranya mengobati rasa rindu. Rasa rindu yang sebenarnya tak memiliki tempat untuk bersandar. Jujur, aku sangat merindukanmu. Kerinduan ini bahkan telah memaksaku untuk mencari tahu tentangmu.  Dan selalu saja bayangmu menghantuiku, memori yang terekam dalam otakku, memberikan tanda bahwa kamu memiliki ruang yang sangat spesial di hatiku.  Meski batinku menolak. Tapi bayangmu selalu saja seperti mengiyakan kerinduanku yang teramat dalam kepadamu. Aku tidak memiliki keberanian untuk sekedar menyapamu dari kejauhan.  Namun aku tahu diri, tentang dimana posisiku saat ini. Mungkin, memang tak ada lagi namaku dalam hatimu.  Aku juga sangat menyadari, kita bukanlah kita yang dulu. Masa itu sudah terle...