Kelak, saat kau jauh dari rumah. Kau akan rindu suara cempreng ibu yang mengomelimu yang telat makan. Kau akan rindu petuah dan marah ayah saat kau lalai beribadah. Kau akan rindu suasana rumah yang tak pernah kau temukan di mana pun kau berada. Kau akan merindukan segalanya; adegan-adegan sedari kecil hingga kau tumbuh sampai pada tahap ini di sana.
Waktu dan perasaan sudah dewasa mungkin akan membuatmu merasa hebat. Hidup dan perjalanan yang kau tempuh akan membuatmu merasa kuat. Tapi rindu orangtua mana yang bisa kau dapatkan di mata orang lain? Sedih orangtua mana yang bisa kau rasakan di pelukan orang lain? Tak ada satu tetes air pun yang persis sama dengan air yang dipanaskan ibu; meski dengan tungku api, meski dengan membakar daun kering. Asap-asap itu telah menjelma larut dalam darahmu.
Kelak, saat semua perjalanan terasa semakin jauh. Saat tahap jenjang yang kau tempuh terasa semakin tinggi. Kau akan dihampiri perasaan aneh; kau merasa kau bukan siapa-siapa dan tak memiliki apa-apa. Kau hanya ingin satu hal, menenangkan debar dadamu, menenangkan hampa pikiranmu, lalu menyandarkan diri di pelukan ibu sembari mendengar nasihat yang sudah berulang-ulang disampaikan ayahmu.



Komentar
Posting Komentar