Langsung ke konten utama

Isi Kepala.. Eh, Bukan.. Isi Hati

"Jika suatu hari aku terlihat lelah, jangan biarkan aku sendirian. Sapa aku, agar aku tenang.Jika suatu hari aku terlihat kacau, jangan jauhi aku. Bawakan segelas teh tawar hangat, temani dan dengarkan aku bercerita.Jika suatu hari aku terlihat asing. Ajak lagi aku mengenali dirimu. Jangan biarkan aku hilang dan dicuri.Sebab aku hanya ingin kau. Kau yang ada bahkan saat aku merasa sudah tiada."


Kasih dan sayang itu harus seimbang. Kalau cuma dikasih harapan tanpa disayang. Menderita. Kalau cuma disayang, tanpa dikasih ikatan. Percuma.Apalah artinya foto berdua, dipanggil bunda. Kalau ujung-ujungnya hanya sebatas teman biasa.Apalah artinya dibelikan es kirim. Dingin dan manis.  Kalau ujung-ujungnya dibikin nangis.Di antara banyak pilihan, kau menetapkan hatimu padanya. Sementara, jika pun kamu pilihan satu-satunya baginya, dia tetap tak akan memilihmu.Mau sampai kapan bertahan karena sayang?  Jika yang kamu sayang hanyalah bayang-bayang.Hatinya tak pernah bisa kamu sentuh. Meski kamu berjuang membanting peluh.

"Kau mengajarkan aku rasanya takut kehilangan. Saat harapan yang kubangun ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Hari-hari terasa lebih pahit. Meski cinta lah yang membuat aku kembali bangkit. Aku harus mencintai diriku lebih dulu. Agar sesayang apa pun aku padamu, sayang itu tidak pernah benar-benar bisa membunuhku."

Sisihkan waktumu untuk berbagi suara denganku; menjabarkan berita perihal pekerjaan dan perjalananmu yang sibuk. Aku ingin mendengarmu. Aku ingin menjadi bagian yang kaubagaikan kisah-kisah terbaik dan terberatmu. Tak mengapa, jika pekerjaan dan apa yang kamu perjuangankan menjadikanmu nomor kesekian dalam hidupmu. Asal kamu paham, denganku saja kamu ingin ditemani sepanjang siang dan doa di larut malam. Sibuklah, jika ini waktunya sibuk bekerja. Asal jaga hatimu untuk aku yang penuh cinta. Dalam perjalanan panjangmu, aku ingin menjadi rentang yang selalu mengawasimu; agar jika kau jatuh, kau tak pernah jatuh sendiri. Jika kau sampai di puncak, akulah yang paling senang hati.

"Seseorang bisa datang ke hidupmu dengan cara yang manis. Padahal hanya ingin tahu rahasiamu. Hanya ingin tahu apa kelemahanmu. Lalu pergi dan meninggalkan hal-hal pahit yang membekas di hati.
Tidak semua yang datang benar-benar ingin menjadi bagian baik hidupmu. Terkadang, hanya ingin mencurangi dan melemahkan semangatmu. Tapi, bila kau percaya pada impian dan kemampuanmu, kau bisa bangkit lagi. Berkali-kali lebih baik dari hari sebelum kau dicurangi."

 Saat aku menulis kalimat-kalimat yang terlihat sok bijak. Kadang, aku bukan sedang menceramahi dirimu, justru aku sebenarnya sedang menguatkan diriku sendiri.Saat aku menulis kalimat-kalimat galau. Bukan selalu aku sedang terpuruk, aku hanya sedang menikmati proses yang pernah kulalui. Hanya menghibur diri.Saat aku menulis kalimat-kalimat yang terkesan garing, memaksakan terlihat lucu. Aku bukan sedang mencoba membuatmu tertawa, aku hanya sedang berusaha menertawakan diriku sendiri.Tulisan-tulisan itu kadang kusampaikan untuk menampar diriku sendiri. Untuk menghibur diriku sendiri. Meski aku kadang terlihat seperti mengatakan pada orang lain. Aku hanya sedang mencoba, mendengarkan diriku seolah-olah mendengarkan orang lain.


 Jadilah penyeimbang perjalananku. Seseorang yang belajar mengerti kelemahanku. Kau yang mau memahami kekalahanku. Juga yang tersenyum kala aku mampu mengalahkan rasa takutku. Jangan berjarak terlalu jauh, agar aku tetap bisa berjalan dengan melihatmu utuh. Jangan mendekap terlalu erat, agar aku masih bisa bernapas untuk segala yang aku ingat. Bagiku, kau adalah arah pulang. Persimpangan mana pun yang kutempuh padamu juga aku akan datang.

Pada akhirnya perempuan yang terus belajar, akan semakin pintar. Lalu sadar, mana lelaki yang memang berjuang untuknya atau mana yang sekadar membodoh-bodohinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ITB dan Sebagian Diri yang Terakui (Repost)

Ini tulisan kak  Nur Novilina , hehehe :v izin repost ya kak di blog aku :v Aku kalo lagi gk semangat baca tulisan ini, sangat memotivasi loh.. Ayo dibaca juga ya readers sampai habis.  Ingat! sampai habis Beberapa hari yang lalu temen baik gue, sahabat gue, si Dinul nge-chat gue “Eh boy gue kangen deh sama tulisan-tulisan cangak lu, jadi kemarin gue baca-baca lagi, parah kocak banget. Nulis lagi dong lu buruan”  That’s words really heal me from every stress that I got in my life . Sekalipun kadang gue merasa dengan banyaknya permintaan menulis hal konyol gue punya side job jadi sulap badut.  Sebenernya gue udah lama pengen nulis hal-hal konyol lagi tapi gue takut ga puas sama hasilnya jadi ketunda mulu sampai kemarin gue baca kata-kata bagus banget dari redaktur eksekutif majalah Tempo, “Tulisan yang sempurna adalah tulisan yang tidak pernah dituliskan”  so, let try to show your imperfection ! Tulisan kali ini gue mau cerita tentang kehidupan baru ...

Kali Ini

Kali ini aku akan bercerita, mengenai seseorang yang memperjuangkanmu dalam diam. Dia menerbitkan cahaya rindu setiap pagi, untuk memastikan tak ada sisi yang termakan oleh gelapnya sepi. Dan senyummu, adalah penggerak romansa hatinya, tanpa perlu tambahan kafein untuk meningkatkan detak pada tiap detiknya.  Apakah kau menyadari? Aku yakin tidak. Kali ini aku juga akan bercerita, mengenai seseorang yang merawat rasa untukmu sendirian. Dia merangkai simfoni rindu setiap siang, untuk mengalahkan nada sumbang hampanya hari. Dan tawamu, adalah nyanyian terindah yang pernah didengarnya, tak bisa ia hentikan karena terus terngiang pada relungnya.  Apakah kau mengetahui? Sepertinya tidak. Kali ini pun aku akan bercerita, mengenai seseorang yang memelihara asa padamu dalam kelam. Dia menyatukan kepingan angan setiap malam, untuk menerangi tiap sudut kisah yang olehmu tak pernah terfikirkan. Dan tatapmu, adalah refleksi terbaik dari sebuah harapan, tak pernah ia lupa akan rasa dari ...

See You When I See You

Sedikit ku ingat wajahmu yang semakin hari semakin menghilang. Rekaman suaramu pun seperti hanya tinggal kenangan.  Meski begitu, namamu selalu mengganggu pikiranku di saat malam. Kadang hati ini memaksaku melihat sosial mediamu.  Entahlah, aku bingung bagaimana caranya mengobati rasa rindu. Rasa rindu yang sebenarnya tak memiliki tempat untuk bersandar. Jujur, aku sangat merindukanmu. Kerinduan ini bahkan telah memaksaku untuk mencari tahu tentangmu.  Dan selalu saja bayangmu menghantuiku, memori yang terekam dalam otakku, memberikan tanda bahwa kamu memiliki ruang yang sangat spesial di hatiku.  Meski batinku menolak. Tapi bayangmu selalu saja seperti mengiyakan kerinduanku yang teramat dalam kepadamu. Aku tidak memiliki keberanian untuk sekedar menyapamu dari kejauhan.  Namun aku tahu diri, tentang dimana posisiku saat ini. Mungkin, memang tak ada lagi namaku dalam hatimu.  Aku juga sangat menyadari, kita bukanlah kita yang dulu. Masa itu sudah terle...