"Jika suatu hari aku terlihat lelah, jangan biarkan aku sendirian. Sapa aku, agar aku tenang.Jika suatu hari aku terlihat kacau, jangan jauhi aku. Bawakan segelas teh tawar hangat, temani dan dengarkan aku bercerita.Jika suatu hari aku terlihat asing. Ajak lagi aku mengenali dirimu. Jangan biarkan aku hilang dan dicuri.Sebab aku hanya ingin kau. Kau yang ada bahkan saat aku merasa sudah tiada."
Kasih dan sayang itu harus seimbang. Kalau cuma dikasih harapan tanpa disayang. Menderita. Kalau cuma disayang, tanpa dikasih ikatan. Percuma.Apalah artinya foto berdua, dipanggil bunda. Kalau ujung-ujungnya hanya sebatas teman biasa.Apalah artinya dibelikan es kirim. Dingin dan manis. Kalau ujung-ujungnya dibikin nangis.Di antara banyak pilihan, kau menetapkan hatimu padanya. Sementara, jika pun kamu pilihan satu-satunya baginya, dia tetap tak akan memilihmu.Mau sampai kapan bertahan karena sayang? Jika yang kamu sayang hanyalah bayang-bayang.Hatinya tak pernah bisa kamu sentuh. Meski kamu berjuang membanting peluh.
"Kau mengajarkan aku rasanya takut kehilangan. Saat harapan yang kubangun ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Hari-hari terasa lebih pahit. Meski cinta lah yang membuat aku kembali bangkit. Aku harus mencintai diriku lebih dulu. Agar sesayang apa pun aku padamu, sayang itu tidak pernah benar-benar bisa membunuhku."
Sisihkan waktumu untuk berbagi suara denganku; menjabarkan berita perihal pekerjaan dan perjalananmu yang sibuk. Aku ingin mendengarmu. Aku ingin menjadi bagian yang kaubagaikan kisah-kisah terbaik dan terberatmu. Tak mengapa, jika pekerjaan dan apa yang kamu perjuangankan menjadikanmu nomor kesekian dalam hidupmu. Asal kamu paham, denganku saja kamu ingin ditemani sepanjang siang dan doa di larut malam. Sibuklah, jika ini waktunya sibuk bekerja. Asal jaga hatimu untuk aku yang penuh cinta. Dalam perjalanan panjangmu, aku ingin menjadi rentang yang selalu mengawasimu; agar jika kau jatuh, kau tak pernah jatuh sendiri. Jika kau sampai di puncak, akulah yang paling senang hati.
"Seseorang bisa datang ke hidupmu dengan cara yang manis. Padahal hanya ingin tahu rahasiamu. Hanya ingin tahu apa kelemahanmu. Lalu pergi dan meninggalkan hal-hal pahit yang membekas di hati.
Tidak semua yang datang benar-benar ingin menjadi bagian baik hidupmu. Terkadang, hanya ingin mencurangi dan melemahkan semangatmu. Tapi, bila kau percaya pada impian dan kemampuanmu, kau bisa bangkit lagi. Berkali-kali lebih baik dari hari sebelum kau dicurangi."
Saat aku menulis kalimat-kalimat yang terlihat sok bijak. Kadang, aku bukan sedang menceramahi dirimu, justru aku sebenarnya sedang menguatkan diriku sendiri.Saat aku menulis kalimat-kalimat galau. Bukan selalu aku sedang terpuruk, aku hanya sedang menikmati proses yang pernah kulalui. Hanya menghibur diri.Saat aku menulis kalimat-kalimat yang terkesan garing, memaksakan terlihat lucu. Aku bukan sedang mencoba membuatmu tertawa, aku hanya sedang berusaha menertawakan diriku sendiri.Tulisan-tulisan itu kadang kusampaikan untuk menampar diriku sendiri. Untuk menghibur diriku sendiri. Meski aku kadang terlihat seperti mengatakan pada orang lain. Aku hanya sedang mencoba, mendengarkan diriku seolah-olah mendengarkan orang lain.
Jadilah penyeimbang perjalananku. Seseorang yang belajar mengerti kelemahanku. Kau yang mau memahami kekalahanku. Juga yang tersenyum kala aku mampu mengalahkan rasa takutku. Jangan berjarak terlalu jauh, agar aku tetap bisa berjalan dengan melihatmu utuh. Jangan mendekap terlalu erat, agar aku masih bisa bernapas untuk segala yang aku ingat. Bagiku, kau adalah arah pulang. Persimpangan mana pun yang kutempuh padamu juga aku akan datang.
Pada akhirnya perempuan yang terus belajar, akan semakin pintar. Lalu sadar, mana lelaki yang memang berjuang untuknya atau mana yang sekadar membodoh-bodohinya.




Komentar
Posting Komentar