Langsung ke konten utama

Coretan Tinta Tentang Kesepian

Sendiri dengan kesepian, bagiku itu adalah dua hal yang berbeda. Memang terkadang apabila kita sedang sendiri, akan ada perasaan kesepian. Tapi merasa kesepian disaat kita ada di keramaian adalah makna dari rasa sepi itu sendiri. Aku mengalami banyak waktu sendiri, tapi hampir di setiap waktu itu aku tidak merasa kesepian, mungkin hanya perasaan bosan. Mungkin itu karna banyak hal yang aku kerjakan ketika aku sedang sendiri. Ketika aku ada waktu untuk sendiri, aku melakukan banyak hal yang aku suka. Aku menonton DVD kesukaanku, aku mencoba resep masakan yang belum pernah aku coba, aku membongkar isi lemari bajuku dan membereskannya, aku membaca buku yang sedari aku beli belum satu katapun aku baca, aku mendengarkan musik kesukaanku dan masih banyak hal lainnya yang aku lakukan. Dan aku tidak merasa kesepian melakukan hal itu seorang diri. Aku juga lebih suka pergi berbelanja ke supermarket sendiri, menonton film ke bioskop sendiri, pergi ke taman atau pantai sendiri, pergi ke pameran atau pasar malam sendiri. Dan sekali lagi, aku tidak pernah merasa kesepian.
            Ketika aku sedang sendiri aku bisa berpikir tentang diriku sendiri. Berpikir sesuai dengan keinginanku sendiri. Sebenarnya aku bukan orang yang tidak suka dengan keramaian, aku suka dengan keramaian kota, aku suka dengan suara ramainya pasar malam di pusat kota, aku suka dengan suara konser musik yang sering aku datangi, karna pada saat itu aku juga merasakan denyut kehidupan yang berdetak penuh gairah. Tapi disaat sendiri, aku bebas untuk menjadi diri sendiri sesuai dengan apa yang aku inginkan. Dan aku berpikir, aku tidak merasa kesepian ketika aku sedang sendiri.
            Berbeda ketika aku sedang merasa kesepian, walaupun di sekitarku penuh dengan keramaian, aku tetap merasa mereka hening. Tidak kurasakan denyut kehidupan yang penuh dengan gairah dan semangat.. Perasaan ketika kesepian seperti dunia berhenti berputar dan semuanya tidak bergerak. Aku berpikir, ini adalah makna dari kesepian yang sesungguhnya. Suasana dimana kita merasa hidup dalam kesendirian, padahal banyak orang di sekeliling kita. Merasa bahwa tidak ada perhatian dari orang – orang di sekeliling kita. Perasaan bahwa setiap orang egois dan mementingkan diri sendiri.
            Sungguh, merasa kesepian adalah saat yang paling tragis dalam hidup. Tidak aku sangkal aku pun pernah mengalami kesepian. Disaat suasana hatiku sedang kacau dan aku tetap harus menjalankan rutinitas harianku. 
Saat aku melangkahkan kaki dari rumah menuju tempat aku menuntut pendidikan, aku pernah merasa semua hening. Aku merasa setiap orang diam dan sibuk oleh urusan mereka masing – masing. Suasana pagi yang biasanya ramai dan penuh dengan semangat, aku rasa hampa dan kosong. Sampai di kelas, aku merasa setiap temanku tak berniat untuk menyapaku. Aku bagai seorang yang mereka tidak kenal yang masuk dalam kelas mereka. Ketika aku memakan makan siangku di kantin, aku merasa makan sendirian, padahal teman – temanku ada disampingku dan bercanda dengan riang. Aku merasa waktu berjalan dengan sangat lambat pada saat aku merasa kesepian, karna ketika aku kesepian, aku berharap waktu akan cepat berjalan. Disaat aku berjalan pulang pun semua terasa hening. Dijalan yang biasa aku lewati untuk membeli cemilan pun tidak seindah biasanya, padahal aku merasa itu adalah salah satu tempat yang paling menyenangkan di kota karna ada banyak makanan yang dijual disitu. Tapi disaat kesepian, tidak ada nafsu sedikitpun untuk membeli cemilan itu, walaupun hanya sebungkus kue basah ataupun aneka gorengan.
            Ketika sampai dirumah, aku merasa tidak ada satu orangpun yang menyambutku. Makan malam pun serasa tidak menyenangkan. Yang aku mau hanya segera pergi tidur dan hari cepat berganti.
            Jadi aku sekarang mengerti perbedaan antara sendiri dan kesepian. Tidak selalu ketika kita sendiri, kita merasa kesepian. Tapi dapat dipastikan apabila kita kesepian, kita pasti merasa sedang sendiri. Ini tentang pendapatku, dan aku tahu tidak semua orang sama dalam memandang suatu hal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ITB dan Sebagian Diri yang Terakui (Repost)

Ini tulisan kak  Nur Novilina , hehehe :v izin repost ya kak di blog aku :v Aku kalo lagi gk semangat baca tulisan ini, sangat memotivasi loh.. Ayo dibaca juga ya readers sampai habis.  Ingat! sampai habis Beberapa hari yang lalu temen baik gue, sahabat gue, si Dinul nge-chat gue “Eh boy gue kangen deh sama tulisan-tulisan cangak lu, jadi kemarin gue baca-baca lagi, parah kocak banget. Nulis lagi dong lu buruan”  That’s words really heal me from every stress that I got in my life . Sekalipun kadang gue merasa dengan banyaknya permintaan menulis hal konyol gue punya side job jadi sulap badut.  Sebenernya gue udah lama pengen nulis hal-hal konyol lagi tapi gue takut ga puas sama hasilnya jadi ketunda mulu sampai kemarin gue baca kata-kata bagus banget dari redaktur eksekutif majalah Tempo, “Tulisan yang sempurna adalah tulisan yang tidak pernah dituliskan”  so, let try to show your imperfection ! Tulisan kali ini gue mau cerita tentang kehidupan baru ...

Kali Ini

Kali ini aku akan bercerita, mengenai seseorang yang memperjuangkanmu dalam diam. Dia menerbitkan cahaya rindu setiap pagi, untuk memastikan tak ada sisi yang termakan oleh gelapnya sepi. Dan senyummu, adalah penggerak romansa hatinya, tanpa perlu tambahan kafein untuk meningkatkan detak pada tiap detiknya.  Apakah kau menyadari? Aku yakin tidak. Kali ini aku juga akan bercerita, mengenai seseorang yang merawat rasa untukmu sendirian. Dia merangkai simfoni rindu setiap siang, untuk mengalahkan nada sumbang hampanya hari. Dan tawamu, adalah nyanyian terindah yang pernah didengarnya, tak bisa ia hentikan karena terus terngiang pada relungnya.  Apakah kau mengetahui? Sepertinya tidak. Kali ini pun aku akan bercerita, mengenai seseorang yang memelihara asa padamu dalam kelam. Dia menyatukan kepingan angan setiap malam, untuk menerangi tiap sudut kisah yang olehmu tak pernah terfikirkan. Dan tatapmu, adalah refleksi terbaik dari sebuah harapan, tak pernah ia lupa akan rasa dari ...

See You When I See You

Sedikit ku ingat wajahmu yang semakin hari semakin menghilang. Rekaman suaramu pun seperti hanya tinggal kenangan.  Meski begitu, namamu selalu mengganggu pikiranku di saat malam. Kadang hati ini memaksaku melihat sosial mediamu.  Entahlah, aku bingung bagaimana caranya mengobati rasa rindu. Rasa rindu yang sebenarnya tak memiliki tempat untuk bersandar. Jujur, aku sangat merindukanmu. Kerinduan ini bahkan telah memaksaku untuk mencari tahu tentangmu.  Dan selalu saja bayangmu menghantuiku, memori yang terekam dalam otakku, memberikan tanda bahwa kamu memiliki ruang yang sangat spesial di hatiku.  Meski batinku menolak. Tapi bayangmu selalu saja seperti mengiyakan kerinduanku yang teramat dalam kepadamu. Aku tidak memiliki keberanian untuk sekedar menyapamu dari kejauhan.  Namun aku tahu diri, tentang dimana posisiku saat ini. Mungkin, memang tak ada lagi namaku dalam hatimu.  Aku juga sangat menyadari, kita bukanlah kita yang dulu. Masa itu sudah terle...